UN Hari Pertama Tahun 2007

17 04 2007

Hari ini, Selasa 17 April 2007 tepatnya 29 Rabi’ul awal 1428 H anak-anak kami melaksanakan Ujian Nasional di hari pertama. Mata Pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Negri ini yaitu Bahasa Indonesia. Besok hari kedua, materinya adalah Matematika untuk program studi IPA dan Ekonomi untuk program IPS.

Besok adalah hari yang dikhawatirkan oleh hampir 90% siswa kami, mengapa??

Besok adalah saatnya mereka Ujian Nasional untuk pelajaran Matematika, pelajaran yang mereka takuti. Entah mengapa mereka takut, Saya pun tak paham. Apakah ada yang salah? Salahkah sistem pendidikan di negeri ini? atau mungkinkah guru-guru kami yang salah menggunakan metode?

Kalau boleh melihat sejarah, Matematika bukanlah pelajaran yang sulit…(kata orang yang bisa dan senang), sesulit-sulitnya matematika pasti akan ada solusinya. Terakhir inilah yang membuat anak-anak kami sepertinya kurang tahan terhadap ketelitian dan kesabaran dalam mencari sesuatu yang belum diperolehnya. Kesabaran dan ketelitian diperlukan dalam matematika…

Akhirnya, dihari pertama, kedua dan ketiga semoga anak-anakku mendapat hidayah dan kemudahan dalam menyelesaikan soal-soal Ujian Nasional…semoga.





Matematika dalam Kehidupan Masyarakat

3 04 2007

<!–[if !supportLists]–>

Apabila kita cermati, dalam kegiatan hidupnya setiap orang akan terlibat dengan matematika, mungkin dalam bentuk sederhana dan bersifat rutin atau mungkin dalam bentuk yang sangat kompleks.   Disadari atau tidak, pengetahuan tentang matematika telah sering dipergunakan oleh masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan sehari-sehari.   Zaman dahulu ketika orang masih primitif yang kehidupannya food gathering dan menggembala ternak, manusia menggunakan matematika sederhana untuk menandai lengkap tidaknya ternak yang mereka gembalakan, yaitu membuat relasi antara batu-batu dengan  ternak mereka.  Bahkan ketika peradaban manusia mulai maju, cobalah amati bagaimana para pedagang di pasar tradisional yang begitu mahir dan cepat menghitung jumlah pembelian dan sekaligus mengembalikan sisa uang pembeliannya.  Ada pula kita dengar berita bagaimana para pakar matematika mengembangkan terobosan-terobosan pembelajaran matematika dengan tujuan untuk peningkatan pembelajaran matematika itu sendiri.

 

Begitulah matematika, telah banyak dipakai orang untuk membantu hal lain di luar matematika .  Tetapi, matematika pun dipelajari orang untuk kepentingan matematika itu sendiri. Karena itulah, wajar kalau sebagian khalayak menyebut matematika sebagai human activities.  Maksudnya, tiada lain adalah keadaan di mana manusia selalu melibatkan matematika dalam kegiatan hidupnya.  Sejalan dengan sifat kegiatan manusia yang tidak selalu statis, pandangan mathematics as a human activity memuat makna matematika sebagai suatu proses yang aktif, dinamik, dan generatif.





Tak Menentu…

3 04 2007

Jadi teringat ketika saya berada di depan kelas, saya amati anak didik saya. Dari sekian siswa yang hadir di kelas mereka memiliki bermacam-macam karakter, ada yang serius mengikuti pelajaran ada juga yang bermalas-malasan. Juga ada yang masih bertanya-tanya “mau dibawa kemana saya ini oleh guru saya?”

Dengan semangat dan berapi-api bak api menyala dimalam yang gelap gulita, saya tetap mendidik walau entah apa yang akan terjadi pasca pembelajaran nanti.

Sementara diluar sana, nan jauh disana…api idealisme membangun citra pendidikan mulai redup…

Para pembuat kebijakan berusaha dan berusaha agar api itu tetap menyala, Kurikulum pun berganti-ganti…namun usaha tetap belum menampakkan hasil yang membanggakan…

Dunia pendidikan Indonesia begitu indah bila dilihat dari sebelah mata yang rusak…





Hello world!

1 04 2007

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!